Langsung ke konten utama

It's Not You Anymore...

"She moved on,
I feel sorry for you,
because she thought
you were the most amazing boy ever.
If she could have had any guy in the world,
she still would have picked you.
Now, you're just
another part of her past,
a memory more faded everyday.
And someday, she'll find the one 
she deserves, and he will make her
the happiest girl in this world"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hate To Love You, Mr. Muffin!

"Aku benci membayangkan lagi bagaimana caramu tersenyum. Aku benci menyadari bahwa senyum itulah yang selalu berhasil membuat jantungku berdetak tak beraturan. Aku benci mengingat lekuk wajahmu, bagaimana mata sipitmu, bagaimana aroma tubuhmu, dan betapa dalamnya tatapan yang berasal dari mata indahmu itu. Aku benci mengingat bagaimana tawa kecilmu dan canda kita yang selalu membuatku tersenyum diam-diam. Aku tidak pernah berkhayal untuk suatu hari akan merasakan perasaan seperti ini. Aku mungkin hanya terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku. Kau mungkin tidak menyadari bahwa sudah kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya, semua hal itu seakan tak kau hiraukan. Kamu di sampingku, tapi getaran yang kuciptakan seakan tak benar-benar kaurasakan. Kau berada di dekatku, namun segala perhatianku seperti menguap tak berbekas. Tuan, aku hanya ingin melihatmu bahagia. Senyummu adalah salah satu keteduhan yang...

That Should Be...

This should be the 17th of the 7th time.... Aku tahu k amu tidak peduli padaku.  It's like i set myself on fire to keep you warm and you wathced me burn. But s omeone say that when someone else's happiness is your happiness, that is love. Aku percaya itu. Melihat kamu bahagia adalah kebahagiaan untukku.  Semenjak perpisahan kita, aku sudah melakukan banyak hal sendiri, untuk melatih kemandirianku juga. mungkin kamu akan kaget melihat perubahanku, begitupun kamu yang sudah banyak berubah. Dulu... kamu selalu ikut andil dalam kehidupanku, dan kita selalu bertukar pikiran. kita selalu ingin bersama kemanapun kita pergi. realita menjawab semuanya, dan aku tidak boleh berkhayal terlalu tinggi, jika aku menginginkan kamu kembali disini bersamaku, dan berharap semuanya terulang kembali. dulu kita memang manis, tetapi mengapa kini kita begitu miris.  

Mari Mengikhlaskan...

Mari mengikhlaskan, selamat menjalani hidupmu. Percayalah,  Bahwa perpisahan ini untuk membaikkan hidupmu dan hidupku. Bahwa setelah ada perpisahan ini akan ada rasa bahagia bertubi-tubi yang akan mengecupmu dengan seringnya. Percayalah,  Bahwa pertemuan kita tidak sia-sia.  Aku banyak belajar darimu.  Dan aku harap kau pun juga mengambil banyak pelajaran dari pertemuan singkat ini. Semua butuh proses dan waktu saat kamu harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kau rasakan.  Baik-baik ya :)